Bukan soal benar atau salah tetapi respon

Udah lama banget nih rasanya ga update blog lagi. Kebetulan lagi banyak tugas yang tiada akhir dan tak jelas hehe. Banyak kendala dalam meneyelesaikan selain itu, ada beberapa dosen yang ngeselin.

Situasi seperti ini mengingatkan kepadaku saat mengikuti salah satu acara camp di gereja, ESC (Excellent Servant Camp) sekarang sih udah jadi SCC entah apa kepanjangannya.

Nah di camp tersebut, ada satu motto yang paling diutamakan “Bukan soal benar atau salah tetapi respon.” Maksud dari motto ini, setiap peserta ESC diharapkan memiliki respon yang tepat terhadap sebuah masalah yang mungkin menyalahkan keadaan kita yang benar. Duh gimana sih ini kalimatnya ga jelas banget? Hehe begini contohnya:

Misalnya nih profesi kita adalah seorang cleaning service. Trus atasan kita mempercayakan kepada kita sebuah area untuk dibersihkan. Nah setelah dibersihkan ampe mengkilat, eh ada pula orang yang sengaja ngotorin dengan buang sampah sembarangan. Kebetulan juga atasan kita datang untuk mengecek hasil kerja kita. Saat melihat sampah-sampah tersebut, tanpa diminta penjelasan kita dimarain bahkan dipecat dari pekerjaan kita. Kesel gx sih teman-teman kalo digituin? Mungkin aja kita merasa kita direndahkan, ga diperlukan, ga berguna, dsb. Nah dari situasi seperti inilah kita diharapkan untuk memberikan respon yang tepat.

Memberontak kepada atasan ataupun menggosipkan keburukan atasan kepada orang lain adalah respon yang kurang tepat. Kita mungkin berpikir; “ga adil dong masa gw ga sempat jelasin udah dipecat? Harus dihajar tuh atasan gw biar tau rasa. Semoga dihukum ama Tuhan” yaelah masa pake Tuhan buat ngutuk orang? Hehe.

Seharusnya kita mendoakan atasan kita yang ga sabaran ini. Biar ia diberi kesabaran dan pengertian untuk mengerti kondisi kita. Bukannya malah diberi kutukan. Kebanyakan orang mungkin akan memberontak kepada atasan karena ketidak adilannya. Tapi cobalah merenung sejenak? Apakah memberontak ada untungnya? Paling-paling kita dicap sebagai karyawan yang buruk dan tidak patut dijadikan contoh.

Hal ini juga sering terjadi pada masa remaja kita. Dimana kita dicap pemalas karena kepergok main game mululu padahal kita udah nyelesaiin semua tugas kita. Nah apakah teman-teman akan memberikan respon yang tepat? Atau teman-teman malah memberontak kepada orang tua ngatain bahwa ortu itu sok pintar?

once again!
“Bukan soal benar atau salah tetapi respon” 

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 939 other followers